perspicasious.

I am what I am and you're what you're I have my own way.

in another universe,

i made you a birthday cake

covered with whipped cream

with a strawberry on the top of it,

//

in another universe,

i sang ‘happy birthday to you quietly,

as i woke you up from your sleep

right when the clock turned to 12 am.

//

in another universe,

you blew off those candles,

you had your eyes closed while

you made wishes and suddenly

i felt your tender lips on my forehead.

//

i love you in every universe.


it happened like a flash

at midnight, in station

with no warning

at dimsum shop

we talk about everything

from the important to the mundane

while our pao gets cold

no changes

feel like i’ve still known you

a simple hello from you turned to a romantic visions

maybe it’s true that you weren’t made for me

nor i for you


Seno pernah menulis bahwa cinta itu abstrak. Sepasang kekasih tidak usah selalu bertemu, selalu berciuman, dan selalu bergumul untuk mempersatukan diri mereka. Cinta membuat sepasang kekasih saling memikirkan dan saling merindukan, menciptakan getaran cinta yang merayapi partikel udara, melucur dan melaju ke tujuan yang sama dalam denyutan semesta. Semestaku, saat ini hanya berisi kamu, berisi dirimu, dan kukira tak ada yang salah dari itu.


Rindu.

namun tak mampu mengucap

karena kamu masih ada didekapnya.


Kepada Bulan Juni

Terimakasih Juni, sudah mempertemukan aku dengan seseorang yang sangat ingin aku temui. Bahagia sekali saat akhirnya mata ku benar benar bisa menatapnya lagi dengan leluasa. Setelah 8 tahun tuhan mengulur temu.

Sialnya pertemuan ini jadi membuatku terlalu berharap ini itu yang tanpa sadar membuatku terluka sendiri.

Anganku terlalu rumit untuk bisa menjadi nyata, kamu terlalu jauh untuk bisa aku rengkuh. Rumit. Seperti benang benang kusut yang diuntal sampai tidak tau mana awal dan ujungnya.

Aku tahu kamu ragu, aku tahu untuk denganku itu pasti sulit untukmu. Tapi aku akan terus mencoba untuk bisa kembali denganmu, hanya saja aku takut terluka lebih dalam, Mas.

Terimakasih sudah memperlakukan aku dengan baik sampai akhirnya aku jatuh cinta lagi.

Terus berhubungan denganmu sama halnya dengan menenggak racun setetes demi setetes. Lama lama membuatku terbunuh. Tapi aku rela menenggak racun itu.


“Disappointed but not surprised”

Hehehehe gapapaaaa :)

Surat untuk diriku.

Hai diriku, ingatlah bahwa kamu berhak dan harus bahagia. Jika kamu sedih, ingatlah bahwa ada banyak hal berharga yang masih bisa kamu lihat. Tersenyumlah. Jika kamu merasa sendiri, ingatlah bawa kamu masih punya abang dan teman-teman yang siap sedia setiap saat untuk kamu telepon dan kamu ajak bicara. Ingat, bahwa kamu tak pernah sendiri. Ingatlah kalau kamu berharga, mungkin bukan untuk orang lain. Tapi, untuk diri sendiri.

Tak apa untuk melakukan kesalahan. Tak apa untuk tak sempurna. Tak apa untuk merasa lelah, kamu akan baik-baik saja.

Jangan takut dengan pandangan orang lain. Selama kamu tak merugikan mereka jangan takut untuk melakukan apapun yang bisa membuatmu bahagia.

Untukmu diriku, ingatlah hidup ini milikmu. Hanya kamu yang berhak menentukan akan dijalani dengan cara apa dan akan berakhir seperti apa. You’re your own pilot. Sekali lagi jangan takut. Jangan cemas tidak bisa menjadi apa yang orang mau. Karena memang itu tak perlu.

Dan yang terakhir, untukmu, diriku, bersyukurlah. Tersenyum dan menjadi bahagia.


Masalah hati

Banyak dari mereka yang tidak mengerti

Dan aku putuskan untuk tidak peduli


How to chase my dream if my dream is always changing


I’m stuck between, i dont ever wanna feel that type of hurt again and i really wanna feel that kind of love again


Have you ever found someone where you both know you would make a great couple but sadly can’t be together?


Knowing that i’m not the one that you’ll date but just here to develop your character ((again))


I hate that you’re no good for me but it’s worse without you. even when i try not to want you, i end up needing you. you’re my favourite joy yet my endless pain. i tried to hate you but the only thing i hated was how much i loved you.


DAY 11: TALK ABOUT MY SIBLINGS

i just realized that i really can’t live without my brother. walaupun gw sama dia bedanya cukup jauh yaitu 10 tahun, waktu kecil sering banget ngga akur dan berantem, mungkin karna dia sebel gw tiba-tiba lahir haha dari luar emang orang-orang liat gw gak terlalu deket sama abang karna kita jarang banget jalan-jalan berdua, gaperna posting-posting foto gaperna peluk. tapi gw sering banget deep talk sama dia akhir-akhir ini, semenjak gw kuliah sih lebih tepatnya. gw kira dia tuh cuek banget ternyata dia bilang kalo gw yang cuek heee agak terkezut dengernya tapi kalo dipikir ya bener juga. gw hampir gapernah mikirin apa yg menurut gw ga penting buat gw. gw kira dia gaperna mikirin gw ternyata dia selalu mikirin gw. bahkan menurut gw, yang lebih tau maunya gw apa tuh dia. gw selalu minta saran dulu kalo mau apa-apa ke abang.

pernah, akhirnya gw nangis sejadi-jadinya karna udah nahan semua masalah gw. waktu itu bulan desember 2020. dia bisa nenangin gw dan kasih gw solusi yang baik. dia selalu bisa nenangin gw disaat gw panik, yang selalu bisa kasih gw kekuatan disaat gw lemah. dia juga gaperna ngelarang gw ini itu.


If thinking about you and replaying our memories in my head is the closest thing to having you then I’ll do it no matter how much it hurts.


DAY 10: MY BEST FRIENDS

Gw selalu merasa sahabat gw adalah diri gw sendiri. Idih jumawa banget tuh ya gw haha tapi bener deh, kalo bukan diri lo sendiri siapa yang bisa nolong? Gw mulai menyadari itu sewaktu gw mulai kuliah s2, dulu gw orang yang kemana-mana harus ditemenin entah sama temen atau pacar. Tapi seiring waktu temen-temen gw punya kesibukannya sendiri . gw menyadari gw adalah pribadi yang kompleks, yang kadang sulit dimengerti sama orang lain jadi gw belajar untuk bisa jadi teman yang lebih baik buat diri gw sendiri. I finally learn to have fun with myself. Ke bioskop sendiri, nyari kegiatan di kos, belanja sendiri atau nyobain hal baru.

Tapi bukan berarti gw ngga punya sahabat lain, gw punya beberapa sahabat yang baik banget sama gw. Bahkan gw anggap kayak sodara gw sendiri. Milih sahabat emang beda tipis sama memilih pasangan hidup. Kalo milihnya bener, ke depannya kita bisa sama-sama belajar buat meningkatkan kualitas diri untuk jadi yang lebih baik terus.

Sahabat gw terpisah di beberapa kota. Been friend with them boys and girls for at least a decade. Tapi kita semua nonstop kasi dukungan dari jarak jauh. a healthy friendship will grow no matter how far the distance will be. Pasangan boleh jadi belahan jiwa dan tulang rusuk, tapi sahabat itu bener-bener backbone alias tulang belakang yang selalu jadi penyokong tubuh dan jiwa raga agar tetap waras sih. I’m thankful for all my friends who’ve been keeping me sane.


Theme by Little Town